Rabu, 08 Februari 2012

Contoh Proposal Sampah Anorganik


BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, hipotesa dan manfaat.

1.1 Latar Belakang Masalah

Sekarang ini banyak sekali sampah-sampah organik maupun anorganik. Sampah-sampah ini jumlahnya semakin tidak terkendali sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Dimana karena adanya sampah-sampah ini, masyarakat harus siap di hantui oleh berbagai macam penyakit. Masyarakat diupayakan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sampai sekarang, pemerintah sendiri belum mengupayakan penangan yang tepat bagi sampah.
1.2 Pembatasan Masalah

Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
Keberadaan sampah anorganik ini apabila tidak dimanfaatkan sebaik mungkin dapat menimbulkan dampak negative bagi kehidupan manusia itu sendiri.

1.3 Perumusan Masalah
v  Jenis-jenis sampah anorganik yang terdapat di sungai?
v  Bagaimana tanggapan masyarakat dengan adanya sampah-sampah tersebut?
v  Dampak apa saja yang ditimbulkan dengan adanya sampah tersebut?
1.4 Tujuan Penulisan
v  Mengetahui jenis-jenis sampah anorganik yang terdapat di sungai.
v  Mengetahui tanggapan masyarakat dengan adanya sampah-sampah tersebut.
v  Mengetahui dampak adanya sampah tersebut di sungai.
1.5 Metode Penulisan

Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode, yaitu dengan angket. Di mana angket itu berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai sampah-sampah anorganik yang terdapat di sungai dan tanggapan masyarakat mengenai adanya sampah yaitu mengacu pada tujuan yang telah ada.



1.6 Hipotesa

Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
Keberadaan sampah tentunya menibulkan dampak-dampak tertentu bagi kehidupan manusia itu sendiri. Oleh karna itu, sebaiknya kita dapat memanfaatkan keberadaan sampah-sampah ini sebaik mungkin. Pada dasarnya sampah-sampah dapat diolah sebaik mungkin dengan perkembangan teknologi yang sudah berkembang saat ini.

1.7 Manfaat
v  Dapat mengetahui contoh-contoh sampah anorganik yang terdapat di sungai.
v  Dapat menghindari dampak negatif keberadaan sampah di sungai.

BAB II

2.1 Landasan Teori
A. Metode Pengolahan Sampah

Pengolahan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Pengolahan sampah memiliki tujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap kesehatan, lingkungan, atau keindahan, memulihkan sumber daya alam, dan mengubah sampah menjadi materialyang memiliki nilai ekonomis, dan tidak berbahaya. Pengolahan sampah memiliki manfaat untuk penghematan sumber daya alam, penghematan energi, penghematan lahan TPA, dan menjadikan lingkungan asri. Metode dari pengolahan sampah tergantung dari tipe zat sampah, tanah yang digunakan untuk mengolah, dan ketersediaan area. Ada lima metode pengolahan sampah antara lain pembuangan, pembakaran atau kremasi, daur ulang, pengkomposan, dan minimalisasi sampah.
Metode pembuangan dapat dilakukan dengan penimbunan darat yaitu pembuangan yang dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang pertambangan atau lubang-lubang dalam. Berbeda dengan metode pembuangan, metode pembakaran atau kremasi melibatkan pembakaran zat sampah yang berubah menjadi panas, gas, uap, dan abu.
Ada dua jenis metode daur ulang yaitu mengambil bahan sampah untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar untuk membangkitkan listrik dan mengumpulkan serta menggunakan kembali sampah yang dibuang. Sampah yang bisa kita daur ulang antara lain sampah kaleng minum aluminium, kaleng baja makanan/minuman, botol kaca, botol HDPE dan PET, kertas karton, koran, majalah, kardus, dan plastik. Selain metode daur ulang, ada pula metode pengkomposan yang bisa digunakan sebagai pupuk dan pembangkit listrik karena mengandung gas methana. Sampah yang bisa kita buat sebagai pupuk seperti sampah sisa makanan, kertas, dan zat tanaman.
Metode minimalisasi sampah dapat kita lakukan dengan berbagai cara antara lain penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak, dan menghindari penggunaan barang satu kali pakai.


B. Sikap Kepedulian Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan

Baru-baru ini masalah sampah sangat memprihatinkan banyak kalangan. Tidak hanya masyarakat umum saja yang merasakannya tetapi pemerintah pun turut menikmatinya. Untuk membina kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah, pemerintah pun sudah membuat Undang-Undang no. 4 tahun 1982 pasal 2 ayat 1 tentang Pokok-Pokok Pengolahan Lingkungan Hidup. Undang-Undang itu berbunyi bahwa barang siapa merusak dan mencemari lingkungan harus memikul tanggung jawab dan kewajiban membayar ganti rugi.
Oleh karena itu untuk membina kesadaran masyarakat, ada beberapa cara antara lain dengan mencanangkan dan menjalankan program 3R, masyarakat harus terlibat dalam kegiatan mendaur ulang sampah yang masih memiliki nilai ekonomi secara mandiri, mengurangi penggunaan barang yang tidak seharusnya dengan mempromosikan penggunaan tas belanja dan pengurangan bahan yang dapat menimbulkan sampah, memberikan penyuluhan dan pendidikan secara terencana, peran media yang harus dioptimalkan, serta peraturan tentang sampah.

BAB III
METODE PENELITIAN

Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.

3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian secara langsung. Yang dimaksud dengan penelitian secara langsung adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mendatangi secara langsung objek penelitian kami.

3.2 Sumber data
Sumber data kami adalah masyarakat sekitar sungai yang kami wawancarai mengenai masalah sampah ini.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Dengan angket kami dapat menyimpulkan, melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan yang kami ajukan dan melakukan penelitian secara langsung ke sungai.



3.4 Teknik Analisis Data
Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah data, setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih.  Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis.

ANGKET MULOK
1.     Jenis – Jenis Sampah Anorganik di Sungai
Jenis Sampah
Banyak
Sedikit
Tidak ada
Plastik
ü   


Bungkus Makanan
ü   


Karung-Karung Bekas


ü   
Tali-Tali Bekas

ü   

Kaleng


ü   
Botol

ü   

Kardus Bekas

ü   

Kertas


ü   
Kayu


ü   

2.    Tanggapan Masyarakat dengan Adanya Sampah di Sungai
Golongan
Tanggapan
Peduli
Biasa Saja
Tidak Peduli
Pembeli
ü   


Penjual

ü   

Masyarakat Sekitar
ü   



 Untuk tugas Mulok disuruh bikin beginian :D

7 komentar:

  1. wah bagus ni da contoh prpsl,,, salam n follow sni jga,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah berkunjung dan follownya :)

      Hapus
  2. makasih sudah berkunjung , salam blogger ^^

    BalasHapus
  3. nama mirnawati ........... blh liat proposal secara keseluruhan coz sy br mau membuat.. n cara melakukan proposal apakah ada syarat tertentu sblm buat proposal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu udah secara keseluruhan ko' ;)

      Hapus
  4. Hallo kita ada juga nih artikel tentang 'Sampah Anorganik' silahkan kunjungi dan dibaca. Ini linknya;
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/596/1/Unlock-Teddy_doddy_59-69.pdf
    Thank you.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komen :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini